Ini semua hanya sebuah cerita, namun ada beberapa hal yang nyata dan sesuai dengan fakta. Dikisahkan melalui hati, kemudian disampaikan melalui teknologi. Selamat bergabung, selamat datang di duniaku. Salam kenal :)
Kamis, 21 Mei 2015
Bahagia, Tak Harus Selalu Bersama ☺️
Senin, 18 Mei 2015
Bekasi, Membekas di Hati
Minggu, 01 Februari 2015
Terserah, kenapa?
Alasan kenapa aku (dan mungkin beberapa orang) suka bilang terserah, tanpa survei, tanpa vote, tanpa nanya-nanya:
1. Karna rasa gak enak
Serba salah rasanya klo ditanya mau makan dimana? Mau pergi kemana? Trus kita udah kasih jawaban, kita udah kasih solusi maunya kemana, trus doi, mereka, ato siapapun itu gak suka dan merasa kecewa sama tempat/makanan atau apapun pilihan kita. Nanti giliran kitanya gak kasih solusi,malah gak sesuai, dikasih solusi malah dianya gak suka, ya ujung2nya kan bilang terserah juga.
2. Memang ga tau mau kemana dan ngapain
Kadang emang kita lagi di tahap dan berada diposisi bosen, bete, gabut, dan ketika ditanya kita jawabnya terserah karna emang kita gatau mau kemnaa dan ngapain. Iya kan? Hahaha
3. Karna lagi kesel
Karna aku perempuan, kalo lagi berantem dan udah kelewat kesel, pasti secara gak langsung juga bakalan bilang terserah hahaha. Entahlah, kalimat terserah seperti mantra yang bisa menyadarkan para lelaki atai siapapun itu kalo kita lagibete, kesel ataupun marah. Hahahaa
Mungkin cuma tiga hal itu alasan gue kenapa gue bilang terserah. Tapi yang paling utama adalah, gue hanya ingin melihat mereka senang dengan pilihannya, bukan kecewa dengan pilihan gue.
Kelihatannya lemah sih, kelihatannya juga gue seperti seseorang yang ga tegas dan gak punya pendirian. Cuman yaa gitu, yang ada dipikiran gue adalah, gue hanya ingin mengalah, gue hanya ingin hidup damai.
Hal ini juga gue lakuin disaat-saat tertentu doang, gak semuanya loh ya. Ngerti gak maksudnya gimana? Hahah
Contoh nih ya, kalo gue lagi jalan sama temen, dan gue merasa temen gue menguasai gue, gue juga udah kenal dia, ya gue akan memilih untuk kebahagiaan mereka, bukan gue. Gue pengennya, apa yang dia pilih bisa bikin dia bahagia dan gue pun demikian. Hahaha *gue nulis apaan sih???!*
Kecuali, kalo misalnya gue bener-bener kepengen sesuatu dan emang itu harus dikabulin. Jangan enggak loh ya, kalo enggak mah, ya gatau deh gimana hahah
Mungkin ini beberapa hal yang mau gue sampaikan hari ini. Ini bukan curhat loh ya, tapi ini adalah pendapat. Hmm.. iya gitulah deh ya pokoknya hahah gatau lagi ni mesti ngomong apaan.
Udah ya, BHAY!
Rabu, 21 Januari 2015
Aku, Bukan Aku.
Aku tidak menyalahkan hujan, tidak pula menyalahkan keadaan.
Waktu yang terus berjalan, perlahan membawa tubuh ini melayang.
Jauh...
Terbang tinggi ke langit yang penuh dengan kegelapan.
Apa hubungannya semua kalimat diatas?
Entahlah..
Akhir-akhir ini aku merasa mood-ku kurang baik.
Egoku pun demikian.
Aku juga tak bisa mengutarakan seperti apa keadaanku saat ini.
Tidak bisa mengutarakan seperti apa yang kurasa saat ini.
Aku hanya merasa hati ini seperti diselimuti awan hitam seperti hujan yang turun belakangan ini.
Atau mungkin aku hanya terlalu lelah dengan semua hal yang terjadi belakangan?
Ingin rasanya semua itu hilang, lepas, terbang, melayang..
Aku mencoba, namun gagal.
Aku mencoba, namun tak sepenuhnya ego itu hilang.
Aku..
Tak seperti aku yang selalu merindukan langit.
Tak seperti aku yang merindukan senja.
Tak pula seperti aku yang merindukan jutaan bintang saat malam datang.
Maafkan..
Maafkan semua ego dan rasa ini.
Minggu, 11 Januari 2015
Cerita Tentang Pertemanan
Persahabatan itu rumit. Tapi ga serumit yang kalian bayangin.
Ga serumit rasanya pacaran trus pacar kita ngambek.
Ga serumit saat kita ga dibolehin kesana kesini sama gebetan.
Coba gue tanya, bagian mana yang ngebuat persahabatan itu rumit?
Kalo kita ngejalaninnya dengan ikhlas dan lapang dada, tanpa beban, gue rasa gak akan ada yang namanya rumit.
Sahabat itu gunanya menjaga, memperhatikan, menyayangi.
Sahabat juga selalu ada disaat kamu sedih, kamu bahagia, bahkan saat kamu sedang terpuruk sekalipun.
Kalau kamu mengenal sahabatmu dengan baik, kamu pasti tahu bagaimana caranya membuat mereka bahagia. Tanpa beban sekalipun.
Kalo kamu menyayangi sahabatmu, kamu pasti tidak akan pernah membiarkannya terluka. Sekecil apapun luka itu.
Kalau kamu mengerti seperti apa persahabat itu, kamu akan sangat beruntung dan bersyukur memiliki mereka. Bukan malah sebaliknya.
Sedih saat tahu, dia, seseorang yang selama ini ada bersama kita, dalam hitungan detik, tanpa pikir panjang, langsung memutuskan untuk tidak bersahabatan lagi. (Ceritanya panjang, dan rumit, dan mungkin alasannya dia gak masuk akal. Tapi intinya dia memutuskan untuk menyudahi semuany, bukan malah mempertahankan).
Memutuskan untuk, "Ya, aku bisa berdiri sendiri. Tanpa kalian. Aku akan kembali saat aku bisa membahagiakan kalian."
Sepengetahuanku, aku dan bahkan mereka yang memiliki masalah serupa tidak membutuhkanmu disaat kamu sedang berbahagia. Saja.
Tidak membutuhkanmu, ketika kamu sedang sukses. Saja.
Karena kita semua sama. Kita memulai semuanya bersama, dari nol, dari bawah.
Sedih, senang, luka, bahagia kita rasakan bersama.
Saat gue denger kata-kata itu, ya spechless..
Gatau mau ngomong apa. Ga habis pikir juga. Ternyata segampang itu dia melepas persahabatan yang mungkin bisa dibilang juga udah dianggap sebagai saudara.
Ini kita yang egois, atau dia? Kita yang terlalu mengekang, atau memang dari awal dia ga butuh kita?
Cerita ini didedikasikan untuk mereka yang:
- Mengenal sebuah persahabatan
- Mereka yang memiliki sahabat
- Mereka yang tidak mengenal apa itu persahabatan, dan
- Mereka yang tidak memiliki teman atau sahabat
Semoga kalian semua berbahagia..
Amin.
Rabu, 31 Desember 2014
Bad or Good, It's the Began!
Tahun baru..
Semua berawal dengan yang baik, namun adapula yang menyakitkan.
Awalan yang baik adalah, ketika aku bertemu dengan dia, seseorang yang mungkin sudah 10 tahun lebih kami tak berjumpa dan tak bersama.
Awalan yang baik pula ketika aku dan dirinya berbagi canda dan tawa disetiap detiknya.
Meluangkan waktu bersama.
Ya.. bersama...
Namun, perlahan awalan yang baik tersebut berubah menjadi sangat menyakitkan, ketika sebuah perpisahan datang.
Perpisahan yang tak pernah aku harapkan.
Perpisahan, tanpa ada persetujuan dari kedua belah pihak.
Perpisahan yang seharusnya tidak boleh terjadi..lagi...
Dan hanya secarcik kertas berisi pesan yang dia tinggalkan kepadaku
"Aku pergi, kamu jaga diri baik-baik"
Menurutmu, apakah aku akan merasa tenang dengan pesan itu?
Tidakkah kau tahu, aku masih ingin bersama dengan dirimu, melakukan hal yang dulu pernah kita lakukakan bersama.
Aku juga masih ingin mengajakmu ke tempat favoritku, tempat dimana aku selalu memikirkan keberadaanmu.
Namun semua telah terjadi, dan aku tidak bisa mencegah kepergianmu.
Selamat tinggal..
Semoga ada saat, dimana waktu itu akan menjadi milik kita. Selamanya..
Kamis, 25 Desember 2014
Aku: Hati yang Terluka
Aku tak tahu, apakah aku masih "dibutuhkan" ketika ada kita dalam satu ruang.
Aku tak tahu, apakah aku masih akan terlihat ketika berada diantara kalian.
Dan aku juga tak tahu, apakah masih ada tempat bagiku untuk ikut tertawa serta berbahagia ketika ada aku, kamu dan dia, seseorang yang amat sangat kau sayangi dalam suatu masa yang sama.
Dua kali, bahkan lebih. Lebih dari yang kau perkirakan.
Mungkin pula, kau tak tahu dan tak pernah menyadari yang sesungguhnya. Tak akan pernah..
Sekali kau melakukan kesalahan, aku maafkan.
Dua kali kau menyakitiku, aku maafkan.
Tiga kali kau melukai hati ini, aku tetap memaafkan.
Dan untuk kesekian kalinya kau menggoreskan pisau dihati ini, aku akan memaklumi hal tersebut.
Karena aku, bukan dan tak akan pernah menjadi seseorang yang paling berharga dimatamu.
Apakah menurutmu aku akan membalaskan semua rasa sakit ini?
Tenanglah.. aku tak sejahat itu..
Dan aku tak akan pernah melukaimu.
Hanya saja, aku akan sedikit tak peduli terhadapmu.
Bahkan bisa saja aku bersikap biasa dan menganggap bahwa semuanya baik-baik saja.
Terlepas dari semua itu, aku akan tetap berada disampingmu.
Menemani, hingga kau sadar, bahwa aku, jauh lebih berharga daripada dirinya..
Iya, aku...
Sabtu, 20 Desember 2014
El Qibty: Dari Aku, Untuk Kita Semua
Buku itu sudah terlalu usang dan termakan usia.
Perlahan aku buka halaman demi halaman.
Hingga akhirnya aku berhenti pada pencarianku.
Aku menemukan beberapa tulisan yang sudah lama tak pernah ku baca.
Perlahan setiap kata dan setiap tulisan itu ku pahami dan berharap waktu dapat berjalan mundur kembali..
Aku ingat, dulu, sebelum aku beranjak dan pergi meninggalkan rumah, aku sempat membaca beberapa buku yang memberikanku motivasi.
Beberapa buku yang mengajarkanku tentang sebuah kebenaran.
Salah satu buku yang aku baca adalah buku El Qibty. Sebuah renungan untukku, untuk kita semua...
Berikut, beberapa petikan kalimat yang ada di dalam buku El Qibty:
"Ya Allah... apa yang telah terjadi dengan hamba? Wajarkah jika hamba mengagumi ciptaanMu nan agung? Salahkah jika hamba mengharapkan sesuatu yang belum sepantasnya hamba dapatkan? Ya Allah.... Hamba hanyalah segelintir makhluk dari sekian banyak makhluk yang telah engkau ciptakan dengan sempurna. Hamba hanyalah seorang hamba yang punya cita, harapan dan cinta. Cinta untuk mendapatkan MaghfirahMu agar dapat mencintai surgaMu. Harapan untuk bisa meninggikan kalimat-kalimatMu, dan cinta..."
Tsummas Salam,
Nabilla Aulia
Rabu, 17 Desember 2014
Papa, You're My Everything
Tadi sore aku lagi dengerin lagu-lagunya Ed Sheeran sambil tidur-tiduran.
Terus tiba-tiba kebayang saat dulu aku ga biasa tidur karna nungguin papa pulang.
Mau sampe jam berapa juga papa harus tetep pulang dan nemenin tidur.
Dulu juga waktu kecil, papa rajin buatin aku susu sebelum aku tidur.
Papa juga selalu nguncir rambut aku sebelum aku berangkat ke sekolah.
Papa juga yang selalu bersihin tumpahan susu di badan aku saat aku ketiduran didepan tv.
Papa juga selalu ngangkat dan pindahin aku ke kamar kalo aku ketiduran di depan tv.
Sampe akhirnya aku beranjak dewasa, papa juga selalu ada dan selalu nemenin aku tidur.
Papa peluk aku, papa "pok-pokin" aku..
Waktu aku di opnam, waktu aku sakit, papa juga selalu menghibur aku biar aku makan, papa selalu suapin aku.
Apalagi kalo waktu udah larut, terus aku laper, papa selalu masakin indomie khas buatan beliau.
Indomie, daun bawang, sayur, cabe, semua dimasak jadi satu. Walaupun anaknya ga suka makan sayur, tapi tetep aja dipaksa buat makan sayur.
Apalagi kalo papa lagi masak telor, selalu aja dimasaknya sama cabe iris, daun bawang dan bawang.
Pokoknya papa segalanya buat aku..
Papa selalu kasih kepercayaan sama aku.
Papa juga orangnya ga suka dibohongin.
Walaupun sekarang aku dan papa lagi ga satu rumah, tapi sebisa mungkin kalo aku mau pergi kemana-mana harus izin dan bilang sama papa.
Kalo libur semester juga papa suka langsung nyuruh aku pulang. Saking kangennya dan udah lama ga ketemu.
Papa juga suka cemburu kalo aku lebih memilih kalo libur semester mau jalan-jalan dulu sama temen ato ga sama pacar ketimbang pulang kerumah..
Pasti kalo aku milih jalan-jalan sama temen dan bilang kangen sama temen, papa selalu bilang,
"oh..jadi lebih kangen sama temen-temenya daripada papa?".
Tuh, kalo udah dibilangin kayak gitu trus aku kudu piye? Serba salah kaaannn...
Apalagi kalo ada tanggal merah yang liburnya satu mingguan ato beberapa hari.
Papa pasti telpon dan nanyain,"liburan kemana? Ga pulang?" Atau "kenapa harus ke Bandung? Jadi lebih kangen temen-temennya daripada papa? Ga kangen sama papa?"
Salaaaahh lagiii kaaannn...
Padahal kan maksudnya ga gitu. Huft!
Tapi sekarang, aku udah jarang tidur ditemenin papa. Itu semua karna kesalahan aku sih..
Ga nyangka kalo kejadian waktu itu buat papa mungkin kecewa sama aku.
Hmm...
Kadang ada rasa menyesal dan.....ga kepengen papa berubah..
Maafin Lala yaa paa..
Pengen deh rasanya masa-masa dulu terulang kembali. Ada waktu buat keluarga, have fun bareng.
Liburan sama-sama..
Tapi sayangnya papa susah sih diajakin kemana-mana.
Kalo disuruh milih antara alan-jalan dan berkebun, papa pasti lebih milih buat berkebun.
Waktu itu pernah deh, kita udah sampe Sawahlunto, Padang, bukannya jalan-jalan, papa malah stay di rumah dan buat pance (semacam tempat duduk santai yang terbuat dari bambu).
Niatnya mau jalan-jalan, eh papa malah sibuk sendiri sama kerjaannya. Huft!
Tapi, terlepas dari semua hal itu. Papa lebih dari seorang pahlawan, papa lebih dari seorang papa.
Papa adalah seseorang yang selalu ada dan selalu ingin anaknya bahagia. Papa adalah anugerah yang Allah SWT berikan buat aku.
Aku bangga punya papa kayak Bapak Edward Burhan dan aku sayang sama papa.
Baik, buruknya masa lalu, papa tetep menjadi papa dan selalu mengajarkan hal-hal yang baik terhadapku, terhadap anak-anaknya.
Baik, buruknya kehidupan, papa akan selalu menjadi sosok yang bijak dan tegas.
I LOVE YOU, PA..
Selasa, 16 Desember 2014
Surat Untuk Kekasih (3)
Kemarin, aku menunggumu di cafe tempat biasa kita bertemu.
Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.
Tapi sayangnya, kau tak datang.
Sudah hampir setengah hari aku menunggumu.
Green tea latte hangat yang daritadi aku pesan juga sudah habis.
Kau ingat tidak? Saat kita disini, kau selalu memesan hal yang sama sepertiku.
Kau bilang,"green tea latte itu menenangkan, sama ketika aku berada disampingmu".
Kau selalu mengucapkan kata-kata itu setiap kali kita berada di cafe ini.
Dan kau ingat, saat aku bilang,"kau berusaha merayuku? Setiap kali kita kesini, kau selalu mengatakan hal yang sama".
Kemudian dengan lantang dan tegas kau berkata,"aku tidak sedang merayumu, tapi apa yang aku rasakan memang benar adanya dan ini tulus dari dalam hati".
Aku rindu...aku merindukannya...
Aku......merindukan kita...
Senin, 15 Desember 2014
Untukmu, Sahabatku..
Rasanya udah lama kita ga kayak gini. Ketawa, becanda, seneng-seneng, seakan ga ada beban di hidup ini.
Terakhir kita ngumpul, itu semester awal sebelum kita sibuk masing-masing.
Dulu, kita suka wara-wiri, kuliner, jalan-jalan entah kemana dan selalu diakhiri dengan martabak. Selalu!
Seiring berjalannya waktu, kebahagiaan itu hilang. Ga ada lagi yang namanya quality time bareng kalian. Ga ada..
Kita semua jadi sibuk masing-masing karna kita sekarang lagi ngejer cita-cita kita.
Tapi semalem, rasanya entah kenapa bahagia aja. Kita bisa kumpul lagi, bercanda, tertawa, makan martabak..
Dan kemudian, puncak bahagia yang aku rasakan adalah ketika kita bermain kembang api dan petasan bersama-sama.
Indah.. aku merasa segala beban di dalam diri ini seakan hilang secara perlahan.
Kita adalah sahabat, sampai kapanpun, dan akan selalu menjadi sahabat.
Kepercayaan, keberanian, nasihat, semua adalah milik kita..karna kita adalah sahabat..
Minggu, 14 Desember 2014
Kau, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki..
Rasanya bahagia saat aku bisa melihatmu tertawa lepas seperti itu lagi.
Terakhir aku melihatmu tertawa sebahagia sekarang adalah saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja di bukit tempat biasa kita berjumpa..
Ah!! Rasanya aku merindukan saat-saat indah itu lagi!
Namun, tak mungkin untuk kita bersama kembali.
Kau tahu kan? Orang tuamu tak merestui hubungan kita.
Hubungan terlarang yang tak seharusnya untuk kita jalani.
Tapi, sejujurnya, aku tak pernah menyesali pertemuan kita.
Kita, aku dan kamu, dipertemukan di dalam suatu masa yang indah dan selamanya akan tetap menjadi indah..
Indah...didalam hati ini..
Dari aku,
Yang pernah mencintaimu..
Bosan, Aku Datang..
Bosan.. Aku bosan jika harus seperti ini.
Hanya duduk, diam, diiringi oleh lantunan simfoni keindahan.
Aku datang, untuk bertemu denganmu. Aku datang, untuk menyelesaikan perkara yang terjadi diantara kita.
Bukan malah duduk, diam, dan menikmati kau bercanda, bersenda gurau dengan mereka.
Kau tahu? Waktuku tak banyak dan aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Kita dipertemukan, dan aku harap, kita bisa dipersatukan.....lagi..
Sabtu, 13 Desember 2014
Surat Untuk Kekasih (2)
Terima kasih atas waktu luangmu.
Aku bahagia, walau hanya beberapa detik..
Aku tahu, kau masih marah kan kepadaku?
Kau masih dendam dengan apa yang telah aku perbuat terhadapmu.
Dan aku juga tahu bahwa sebenarnya kau tak ingin melihatku bersedih.
Tapi kau hanya malu untuk mengungkapkan semuanya.
Tenang saja sayang, aku tak akan marah kepadamu, apalagi sampai membencimu.
Aku maklumi semua ini, karna semua memang seutuhnya kesalahanku.
Walaupun demikian, aku tahu, kau masih memiliki hati kecil yang manis.
Hati kecil yang selalu mendorongmu untuk memaafkanku dan menjauhkanmu dari segala ego yang kau miliki.
Aku tahu itu sayang..dan aku yakin..
Karna, aku mengenalmu lebih dari yang kau tahu......sayangku..
Sekali lagi, terima kasih.. aku bahagia..
Aku harap, kau mau menemuiku lagi, sekali lagi...atau mungkin, untuk terakhir kalinya...
Dari aku,
Yang akan selalu menyayangimu..
Kamis, 11 Desember 2014
Tentang Sebuah Pilihan
Hentikan semua kesalahpahaman ini dan jangan biarkan kebencian menyelimuti hatimu.
Ini semua tentang sebuah pilihan..
Jangan sampai sebuah penyesalan adalah hal pertama yang menghampiri hidupmu.
Luka memang akan sembuh, namun meninggalkan bekas.
Tapi yakinlah, disetiap luka yang tlah ditorehkan, pasti akan ada pelajaran yang dapat diambil.
Rabu, 10 Desember 2014
Luka: Saat Cinta Tak Lagi Bersamamu
Mereka benar! Ini seperti kisah cinta segitiga.
Aku terlalu cemburu dengan semua ini. Aku terlalu munafik.
Aku seperti orang bermuka dua.
Aaaaahhh!! Hatiku kacau!
Aku sudah tidak bisa membedakan rasa sayang dan kebencian.
Aku.......aku mengaku kalah dengan semua ini.
Harusnya, dari awal aku tidak tenggelam dalam perasaan penuh luka.
Seharusnya aku menjauh dari jiwa yang penuh dengan kebencian.
Berhenti memikirkannya, berhenti memperdulikannya, dan bersikaplah biasa saja.
Lakukan dan jangan kau tanyakan lagi!
Selasa, 09 Desember 2014
Aku, Kamu dan Dirinya
Dia bilang, kisah ini seperti kisah cinta segitiga.
Tapi aku merasa, ini hanyalah sebuah ketidakadilan semata.
Tapi siapa peduli? Yang bisa aku lakukan hanya diam, dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Mungkin aku hanya merasa sedikit...cemburu atas ketidakadilan ini.
Ya, cemburu..
Melihat dia begitu menyayangimu, sedangkan kau terlihat begitu acuh tak acuh kepadanya.
Sungguh tak adil bukan?
Senin, 08 Desember 2014
Surat Untuk Kekasih
Apa kabar? Rasanya sudah terlalu lama kita tidak bertatap muka.
Bercanda, tertawa, bahagia bersama.
Melepas penat dan kegelisahan bersama.
Semoga kau baik disana.
Oh ya, apakah kau tidak bosan seperti ini? Hanya diam dan menunggu jawab dariku?
Ayo berbicaralah.. berhenti seperti anak kecil. Aku merindukanmu!
Tidakkah kau merasakan hal yang sama sepertiku? Jangan membuatku terus bersedih.
Ayo kembali seperti dahulu, kita berbincang, menikmati hari-hari bersama.
Menikmati indahnya senja, hembusan angin, indahnya langit malam.
Ah!! Aku merindukanmu!!! Sungguh!
Tolong kecilkan sedikit egomu. Bila perlu, buang semua ego dan rasa gengsimu!
Aku merindukanmu........sayangku...
Bila engkau melihat pesan ini, temui aku! Di cafe tempat biasa kita berjumpa.
Dari aku,
yang selalu menyanyangimu..
Senin, 17 November 2014
Bukan Sebuah Penyesalan
Aku berharap waktu bisa diputar kembali agar aku bisa mengulang semuanya dari awal.
Membuka lembaran baru, memperbaiki yang salah, memperbaiki kekurangan yang ada, dan...
Tetap menganggapmu sebagai teman terbaikku, sebagai seorang pemimpin diantara segala yang kau jalani pada waktu itu.
Seharusnya aku sadar, bahwa memilikimu nantinya hanya akan membuat hati ini terluka.
Seharusnya aku sadar, bahwa dirimu dan dirinya benar-benar dipertemukan dalam satu ikatan yang sah.
Tidak.. Aku tidak akan menyesali semua ini.
Semua ini hanyalah takdir. Takdir tentang aku, kamu dan dia.
Takdir tentang aku yang tak harus bersamamu dan takdir bahwa kau memang pantas untuk bersanding dengan dirinya.
Pergi dan Jangan Kembali!
Kamu tahu rasanya? Menyakitkan ketika aku tahu kau bukan milikku lagi.
Rasanya ini semua tak adil.
Kenapa kau bisa terus selalu bersamanya, sedangkan aku?
Sakit.. ketika aku tahu kau begitu menyanyanginya.
Hancur.. ketika aku tahu kau sangat mencintainya.
Alasan bodohmu itu hingga saat ini tak bisa aku terima!
Alasan bodohmu itu hanya membuatku selalu bertanya-tanya!
Ini sangat tidak adil! Kau bisa memberikan kesempatan kepada yang lainnya.
Sedangkan aku? Kau begitu cepat mengambil keputusan.
Jika benar kau mencintai dirinya, jangan.. jangan lagi kau masuk kedalam kehidupanku.
Jangan lagi kau hancurkan perasaanku! Jangan lagi berikan harapan kepadaku!
Dan berhenti untuk menjadi bayang-bayang gelap didalam hidupku..





