Selasa, 09 Desember 2014

Aku, Kamu dan Dirinya

Dia bilang, kisah ini seperti kisah cinta segitiga.
Tapi aku merasa, ini hanyalah sebuah ketidakadilan semata.
Tapi siapa peduli? Yang bisa aku lakukan hanya diam, dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Mungkin aku hanya merasa sedikit...cemburu atas ketidakadilan ini.
Ya, cemburu..
Melihat dia begitu menyayangimu, sedangkan kau terlihat begitu acuh tak acuh kepadanya.
Sungguh tak adil bukan?

Senin, 08 Desember 2014

Surat Untuk Kekasih

Apa kabar? Rasanya sudah terlalu lama kita tidak bertatap muka.
Bercanda, tertawa, bahagia bersama.
Melepas penat dan kegelisahan bersama. 
Semoga kau baik disana.
Oh ya, apakah kau tidak bosan seperti ini? Hanya diam dan menunggu jawab dariku?
Ayo berbicaralah.. berhenti seperti anak kecil. Aku merindukanmu!
Tidakkah kau merasakan hal yang sama sepertiku? Jangan membuatku terus bersedih.
Ayo kembali seperti dahulu, kita berbincang, menikmati hari-hari bersama.
Menikmati indahnya senja, hembusan angin, indahnya langit malam.
Ah!! Aku merindukanmu!!! Sungguh!
Tolong kecilkan sedikit egomu. Bila perlu, buang semua ego dan rasa gengsimu!
Aku merindukanmu........sayangku...
Bila engkau melihat pesan ini, temui aku! Di cafe tempat biasa kita berjumpa.

Dari aku,
yang selalu menyanyangimu..

Senin, 17 November 2014

Bukan Sebuah Penyesalan

Aku berharap waktu bisa diputar kembali agar aku bisa mengulang semuanya dari awal.
Membuka lembaran baru, memperbaiki yang salah, memperbaiki kekurangan yang ada, dan...
Tetap menganggapmu sebagai teman terbaikku, sebagai seorang pemimpin diantara segala yang kau jalani pada waktu itu.
Seharusnya aku sadar, bahwa memilikimu nantinya hanya akan membuat hati ini terluka.
Seharusnya aku sadar, bahwa dirimu dan dirinya benar-benar dipertemukan dalam satu ikatan yang sah.
Tidak.. Aku tidak akan menyesali semua ini.
Semua ini hanyalah takdir. Takdir tentang aku, kamu dan dia.
Takdir tentang aku yang tak harus bersamamu dan takdir bahwa kau memang pantas untuk bersanding dengan dirinya.

Pergi dan Jangan Kembali!

Kamu tahu rasanya? Menyakitkan ketika aku tahu kau bukan milikku lagi.
Rasanya ini semua tak adil.
Kenapa kau bisa terus selalu bersamanya, sedangkan aku?
Sakit.. ketika aku tahu kau begitu menyanyanginya.
Hancur.. ketika aku tahu kau sangat mencintainya.
Alasan bodohmu itu hingga saat ini tak bisa aku terima!
Alasan bodohmu itu hanya membuatku selalu bertanya-tanya!
Ini sangat tidak adil! Kau bisa memberikan kesempatan kepada yang lainnya.
Sedangkan aku? Kau begitu cepat mengambil keputusan.
Jika benar kau mencintai dirinya, jangan.. jangan lagi kau masuk kedalam kehidupanku.
Jangan lagi kau hancurkan perasaanku! Jangan lagi berikan harapan kepadaku!
Dan berhenti untuk menjadi bayang-bayang gelap didalam hidupku..

Rabu, 29 Oktober 2014

Bagaimana?

Bagaimana caranya untuk berlaku adil? Bagaimana caranya untuk menjaga perasaan? Mungkin ini merupakan pertanyaan sederhana, namun siapa sangka bahwa pertanyaan sederhana ini dapat berdampak bagi kehidupan kita sehari-hari.

Setiap orang memiliki ciri dan karakter yang berbeda-beda. mereka memiliki sifat dan karakter yang beragam. namun, siapa yang tahu tentang isi hati seseorang? pernakah kalian berfikir untuk mengerti dan memahami isi hati seseorang? pernakah kalian berfikir untuk menjaga perasaan seseorang? mungkin sebagian dari kalian akan menjawab,"ya, gue pernah melakukan hal demikian".

Namun, pada kenyataannya masih ada beberapa diantaranya yang kecolongan dengan hal sepeleh ini. jujur, sebenarnya gue juga masih bingung untuk berlaku adil, terhadap siapapun, terlalu memikirkan perasaan orang lain tanpa memperdulikan apa dampak yang akan gue terima bagi diri gue sendiri.

Malam ini gue mendapatkan pelajaran yang berharga mengenai pentingnya untuk berlaku adil, terutama terhadap seorang sahabat, mereka yang sudah kita kenal lama, mereka yang bukan hanya sekedar sahabat, tetapi sudah dianggap seperti keluarga. ini bukan siapa yang lebih spesial dimata siapa, sampai  gue pun mendapat teguran dari sahabat gue sendiri kalo ini "bukan tentang seberapa mahal dan seberapa besar barang yang kita berikan kepadanya, tetapi tentang seberapa berartinya seorang teman itu, seorang sahabat sehingga membuat kalian selalu di ingat sama dia". karena,  sebuah kenangan itu tak ternilai harganya..  

 

Kamis, 25 September 2014

Memahami, Bukan Menyalahkan!

"Belajarlah untuk memahami, bukan menyalahkan. Ingat, memahami, bukan menyalahkan" 

Kata-kata itu yang selalu gue camkan kepada diri gue sendiri hingga detik ini. 
Kata-kata itu gue dapat saat bertemu dengan seorang laki-laki yang terlihat tua, namun ia tetap semangat dalam memberikan ilmu dan pengetahuanya. Aku salut dan bangga bertemu orang hebat seperti beliau. Beliau mengetahui semuanya. Semuanya.. 

Haikal, pria tua dengan jaket parasut yang ia kenakan membuat beliau tampak tenggelam dalam parasut tersebut. Badanya yang kecil dan rambutnya yang putih tidak membuat semangat beliau luntur.   

Sebelumnya aku pernah melihat beliau, di tempat yang berbeda. Kesan pertama saat melihat beliau, aku bertanya-tanya siapakah beliau. Jalanya yang terbata-bata, beban berat yang beliau jinjing kesana kemari, kacamata dan parasut yang beliau kenakan sehari-hari, membuat saya kasihan terhadap beliau. Bagaimana tidak, beliau sudah tua tetapi masih harus mengangkat beban berat seperti itu, beliau masih harus kesana kemari untuk menghidupi keluarganya. Seharusnya, orang-orang seperti beliau itu udah duduk manis di dalam rumah dan menikmati hari-harinya. Tetapi, hal ini nampaknya berbeda dengan orang-orang tua lainya. 

Yah.. Pak Haikal berbeda dengan pria-pria tua lainnya. Semangatnya, pengetahuannya, keadilannya, itu semua membuat beliau berbeda dengan pria-pria tua lainnya. 

Walaupun sebelumnya gue sempat merasa kurang menyukai beliau,  tapi setelah dipikir-pikir kenapa gue harus marah? Kenapa gue harus benci? Toh itu juga kesalahan gue yang gak sepantesnya buat gue lakuin. Kesalahan gue karna gue udah terlalu malas untuk menjalani hari-hari ini. Gue udah kalah semangat dengan seorang pria lanjut usia yang jelas-jelas masih berdiri gagah di hadapan gue, pulang pergi kesana kemari, mencari keadilan, mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya. 

Emang sih ya, penyesalan itu selalu datang terlambat. Ingin rasanya gue minta maaf kepada beliau atas tindakan gue kemarin. Sepeleh sih, cuma dapat berpengaruh juga untuk kehidupan mendatang. 

Tuhan, jika memang saya dan beliau dipertemukan kembali, izinkan saya menyampaikan pesan maaf ini kepada beliau. Jika tidak, pastikan bahwa beliau tau kalau saya benar-benar menyesal dengan semua ini.. 
 
Terima kasih.. 

Sabtu, 20 September 2014

I'm Alone, I'm very Happy 😍

Malem ini gue jalan-jalan sendirian (lagi) (untuk ke sekian kalinya) dan rasanya tuh happy.. Beneran happy.. 
Pernah gak, kalian ngeluangin waktu buat diri kalian sendiri, manjain diri kalian sendiri, melakukan hal yang kalian suka sendirian tanpa mereka yang selalu ada buat kalian? 

Mungkin sebagian dari kalian akan menjawab sudah dan ada juga yang menjawab belum. 

Bagi yang udah, gimana rasanya? Happy kan?? Kalo gak berarti kalian gak menikmati kesendirian kalian dengan tulus, ikhlas dan penuh kasih sayang #apasih 🙈🙊🙉 

Bagi yang belum pernah, coba deh kalian lakuin hal ini. SENDIRIAN. Kalo kata temen gue si Debby, "Saatnya me time". 
Nikmatin kesendirian dengan segala macam, jenis dan bentuk sesuka hati kalian, like me 😌 kalo udah pada nyobain gimana rasanya. Ntar komen disini. Curhat ke gue gimana rasanya. Happy kah? Ato malah makin tambah kesepian kah? Ato ngerasa aneh? Ato apalah namanya.. 

Sekarang gue lagi memanjakan diri dengan berjalan-jalan ditengah keramaian, makan sendirian, ngobrol sendirian (maksudnya ngomong sendiri gitu 😝), pokoknya apa-apa sendiri deh (walaupun biasanya juga udah sering sendirian). Cuma kali ini beda! Beneran deh 👀 

Eeeiiittss.. Tapi jangan dikira gue gila ya karna ngomong sendiri. Haha tapi ini biasanya juga sering gue lakuin, ngomong sendirian macem di film-film (bukan dubing loh ya 🙊🙈), tapi bukan juga karna hidup gue yang penuh drama. Hidup gue happy kok, beneran happy deh, cuma kadang suka kurang tidur aja dikit.

Anyway, curhatanya segini dulu ya. Gue mau lanjut jalan dan belanja, ngabisin uang kek orang kaya. Hahah
Kiss kiss 😙 

Ini foto-foto hasil kesendirian gue 😚