Kemarin, aku menunggumu di cafe tempat biasa kita bertemu.
Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.
Tapi sayangnya, kau tak datang.
Sudah hampir setengah hari aku menunggumu.
Green tea latte hangat yang daritadi aku pesan juga sudah habis.
Kau ingat tidak? Saat kita disini, kau selalu memesan hal yang sama sepertiku.
Kau bilang,"green tea latte itu menenangkan, sama ketika aku berada disampingmu".
Kau selalu mengucapkan kata-kata itu setiap kali kita berada di cafe ini.
Dan kau ingat, saat aku bilang,"kau berusaha merayuku? Setiap kali kita kesini, kau selalu mengatakan hal yang sama".
Kemudian dengan lantang dan tegas kau berkata,"aku tidak sedang merayumu, tapi apa yang aku rasakan memang benar adanya dan ini tulus dari dalam hati".
Aku rindu...aku merindukannya...
Aku......merindukan kita...
Ini semua hanya sebuah cerita, namun ada beberapa hal yang nyata dan sesuai dengan fakta. Dikisahkan melalui hati, kemudian disampaikan melalui teknologi. Selamat bergabung, selamat datang di duniaku. Salam kenal :)
Selasa, 16 Desember 2014
Surat Untuk Kekasih (3)
Senin, 15 Desember 2014
Untukmu, Sahabatku..
Rasanya udah lama kita ga kayak gini. Ketawa, becanda, seneng-seneng, seakan ga ada beban di hidup ini.
Terakhir kita ngumpul, itu semester awal sebelum kita sibuk masing-masing.
Dulu, kita suka wara-wiri, kuliner, jalan-jalan entah kemana dan selalu diakhiri dengan martabak. Selalu!
Seiring berjalannya waktu, kebahagiaan itu hilang. Ga ada lagi yang namanya quality time bareng kalian. Ga ada..
Kita semua jadi sibuk masing-masing karna kita sekarang lagi ngejer cita-cita kita.
Tapi semalem, rasanya entah kenapa bahagia aja. Kita bisa kumpul lagi, bercanda, tertawa, makan martabak..
Dan kemudian, puncak bahagia yang aku rasakan adalah ketika kita bermain kembang api dan petasan bersama-sama.
Indah.. aku merasa segala beban di dalam diri ini seakan hilang secara perlahan.
Kita adalah sahabat, sampai kapanpun, dan akan selalu menjadi sahabat.
Kepercayaan, keberanian, nasihat, semua adalah milik kita..karna kita adalah sahabat..
Minggu, 14 Desember 2014
Kau, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki..
Rasanya bahagia saat aku bisa melihatmu tertawa lepas seperti itu lagi.
Terakhir aku melihatmu tertawa sebahagia sekarang adalah saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja di bukit tempat biasa kita berjumpa..
Ah!! Rasanya aku merindukan saat-saat indah itu lagi!
Namun, tak mungkin untuk kita bersama kembali.
Kau tahu kan? Orang tuamu tak merestui hubungan kita.
Hubungan terlarang yang tak seharusnya untuk kita jalani.
Tapi, sejujurnya, aku tak pernah menyesali pertemuan kita.
Kita, aku dan kamu, dipertemukan di dalam suatu masa yang indah dan selamanya akan tetap menjadi indah..
Indah...didalam hati ini..
Dari aku,
Yang pernah mencintaimu..
Bosan, Aku Datang..
Bosan.. Aku bosan jika harus seperti ini.
Hanya duduk, diam, diiringi oleh lantunan simfoni keindahan.
Aku datang, untuk bertemu denganmu. Aku datang, untuk menyelesaikan perkara yang terjadi diantara kita.
Bukan malah duduk, diam, dan menikmati kau bercanda, bersenda gurau dengan mereka.
Kau tahu? Waktuku tak banyak dan aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Kita dipertemukan, dan aku harap, kita bisa dipersatukan.....lagi..
Sabtu, 13 Desember 2014
Surat Untuk Kekasih (2)
Terima kasih atas waktu luangmu.
Aku bahagia, walau hanya beberapa detik..
Aku tahu, kau masih marah kan kepadaku?
Kau masih dendam dengan apa yang telah aku perbuat terhadapmu.
Dan aku juga tahu bahwa sebenarnya kau tak ingin melihatku bersedih.
Tapi kau hanya malu untuk mengungkapkan semuanya.
Tenang saja sayang, aku tak akan marah kepadamu, apalagi sampai membencimu.
Aku maklumi semua ini, karna semua memang seutuhnya kesalahanku.
Walaupun demikian, aku tahu, kau masih memiliki hati kecil yang manis.
Hati kecil yang selalu mendorongmu untuk memaafkanku dan menjauhkanmu dari segala ego yang kau miliki.
Aku tahu itu sayang..dan aku yakin..
Karna, aku mengenalmu lebih dari yang kau tahu......sayangku..
Sekali lagi, terima kasih.. aku bahagia..
Aku harap, kau mau menemuiku lagi, sekali lagi...atau mungkin, untuk terakhir kalinya...
Dari aku,
Yang akan selalu menyayangimu..
Kamis, 11 Desember 2014
Tentang Sebuah Pilihan
Hentikan semua kesalahpahaman ini dan jangan biarkan kebencian menyelimuti hatimu.
Ini semua tentang sebuah pilihan..
Jangan sampai sebuah penyesalan adalah hal pertama yang menghampiri hidupmu.
Luka memang akan sembuh, namun meninggalkan bekas.
Tapi yakinlah, disetiap luka yang tlah ditorehkan, pasti akan ada pelajaran yang dapat diambil.
Rabu, 10 Desember 2014
Luka: Saat Cinta Tak Lagi Bersamamu
Mereka benar! Ini seperti kisah cinta segitiga.
Aku terlalu cemburu dengan semua ini. Aku terlalu munafik.
Aku seperti orang bermuka dua.
Aaaaahhh!! Hatiku kacau!
Aku sudah tidak bisa membedakan rasa sayang dan kebencian.
Aku.......aku mengaku kalah dengan semua ini.
Harusnya, dari awal aku tidak tenggelam dalam perasaan penuh luka.
Seharusnya aku menjauh dari jiwa yang penuh dengan kebencian.
Berhenti memikirkannya, berhenti memperdulikannya, dan bersikaplah biasa saja.
Lakukan dan jangan kau tanyakan lagi!